Tulisan ini menyoroti Pasal 50A UU P2SK sebagai celah serius pencucian uang melalui obligasi Danantara. Penulis menilai skema ini memperdalam krisis kepercayaan investor, melemahkan institusi pengawas, memperbesar shadow economy, dan berisiko melanggar standar AML/CFT global, sambil mendesak pembatasan ketat, judicial review, dan pembatalan family office di Bali.
-
-
Refleksi ini menelaah runtuhnya Uni Soviet pada 1991 sebagai akibat pelapukan struktural yang dipercepat reformasi Gorbachev. Glasnost meruntuhkan legitimasi, Perestroika memicu kekacauan ekonomi, dan nasionalisme republik memperlemah pusat. Dengan data historis dan teori sistem, tulisan ini menyoroti bagaimana reformasi yang salah urutan dapat menghancurkan sistem yang sudah rapuh.
-
Ketika negara ingin menghentikan kebocoran kekayaan alam, mengapa jawaban yang tepat bukan membuat perusahaan dagang baru — melainkan membersihkan penjaga gerbangnya. — Wacana Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai eksportir tunggal dinilai tidak tepat sasaran dalam mengatasi kebocoran ekspor komoditas strategis. Masalah utamanya terletak pada kegagalan pengawasan sistemik di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa pelibatan verifikasi pihak ketiga secara independen jauh lebih efektif dalam menekan korupsi struktural. Reformasi seharusnya berfokus pada pengurangan diskresi petugas melalui digitalisasi dan penguatan akuntabilitas, bukan menciptakan monopoli perdagangan baru. Penggunaan data terpusat dan sistem inspeksi profesional dapat meningkatkan penerimaan negara tanpa mengganggu…
-
Wacana menjadikan DSI sebagai eksportir tunggal CPO, batubara, dan ferro alloy dinilai berisiko tinggi meski bertujuan menutup kebocoran SDA. Artikel ini mengulas akar masalah under-invoicing, misinvoicing, dan transfer pricing, lalu menawarkan alternatif yang lebih realistis: DSI sebagai pengawas transaksi, bukan pedagang, demi menjaga devisa, kepercayaan pasar, dan iklim investasi.
-
Kasus Coinworks menyoroti krisis gagal bayar massal yang menjerat ribuan lender setelah platform P2P lending ini dipasarkan sebagai investasi aman dengan proteksi penuh. Artikel ini mengulas kelemahan tata kelola, dugaan pelanggaran regulasi, anjloknya TKB90, serta pelajaran penting bagi investor ritel tentang risiko nyata di balik janji imbal hasil tinggi.
-
Bagian ketiga trilogi ini menyoroti sembilan pengaman mutlak agar sentralisasi ekspor SDA oleh BUMN pada 2026 tidak berubah menjadi mesin korupsi. Mulai dari verifikasi harga realtime, keterbukaan beneficial ownership, audit forensik, integrasi data, perlindungan whistleblower, hingga pembatasan kewenangan direksi, tulisan ini menegaskan bahwa tanpa tata kelola kuat, monopoli hanya memusatkan rente.
-
Bagian kedua trilogi ini membedah 11 celah fraud sistemik dalam rencana sentralisasi ekspor SDA melalui BUMN mulai 2026. Dari policy capture, konflik kepentingan, transfer pricing, hingga manipulasi dokumen, pelabuhan, dan devisa, tulisan menegaskan bahwa monopoli ekspor tanpa reformasi tata kelola berisiko menjadi titik kegagalan katastrofik bagi keuangan negara.
-
Bagian pertama trilogi ini membedah rencana pemerintah memusatkan ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy lewat BUMN mulai 2026. Di satu sisi, kebijakan ini menjanjikan kontrol devisa, efisiensi, dan daya tawar lebih kuat. Di sisi lain, rekam jejak korupsi BUMN, lemahnya pengawasan, dan risiko monopoli menimbulkan ancaman besar bagi tata kelola SDA.