Tulisan ini menyoroti Pasal 50A UU P2SK sebagai celah serius pencucian uang melalui obligasi Danantara. Penulis menilai skema ini memperdalam krisis kepercayaan investor, melemahkan institusi pengawas, memperbesar shadow economy, dan berisiko melanggar standar AML/CFT global, sambil mendesak pembatasan ketat, judicial review, dan pembatalan family office di Bali.
-
-
Proyek infrastruktur BTS 4G BAKTI Kominfo mengalami kerugian negara sebesar Rp 8,03 triliun akibat korupsi. Investigasi oleh SEC dan DOJ Amerika Serikat mengungkap bahwa Telkom Indonesia mencatat 140 transaksi fiktif senilai USD 324 juta. Perusahaan mengakui adanya kelemahan material dalam pengendalian internal dan pelaporan keuangan selama periode 2014 hingga 2021. Analisis kriminologi mengklasifikasikan kasus ini sebagai kejahatan kerah putih dan kejahatan korporasi-negara yang melibatkan aktor-aktor strategis. Kegagalan sistemik dalam pengawasan domestik memicu respons kepatuhan reaktif melalui restrukturisasi organisasi. Meskipun langkah perbaikan telah diambil, proses hukum internasional tetap berjalan untuk memastikan akuntabilitas perusahaan di pasar modal global. Bayangkan sebuah proyek ambisius:…
-
Penguatan nilai tukar rupiah dan indeks saham baru-baru ini diduga merupakan hasil intervensi kebijakan daripada perbaikan fundamental ekonomi. Langkah stabilisasi melalui pembelian kembali saham dan intervensi pasar valas memberikan ketenangan sementara, namun indikator seperti kurva imbal hasil yang terbalik menunjukkan adanya distorsi pasar yang signifikan. Tantangan fiskal akibat proyek besar dan tekanan pada BUMN energi tetap membayangi keberlanjutan pemulihan ini. Tanpa reformasi struktural untuk mengatasi defisit dan inflasi, ketergantungan pada instrumen jangka pendek berisiko menguras cadangan devisa serta menghambat likuiditas sektor riil di masa depan. Penguatan rupiah dan rebound IHSG memang terlihat melegakan. Tapi apakah ini sinyal pemulihan sungguhan, atau…
-
Kasus penyelidikan SEC dan DOJ terhadap Telkom Indonesia menunjukkan bagaimana dual listing membuka yurisdiksi asing atas dugaan manipulasi laporan keuangan 2016–2021 dan kaitannya dengan proyek BTS. Tulisan ini menyoroti perbedaan transparansi SEC dan OJK, risiko fraud piutang, serta pentingnya reformasi tata kelola dan penegakan hukum domestik yang konsisten.
-
Artikel ini menelusuri runtuhnya Yugoslavia sebagai hasil gabungan fondasi konstitusional yang rapuh, krisis ekonomi, nasionalisme elit, dan kegagalan internasional. Dari perang Slovenia hingga Kosovo, tragedi ini menunjukkan bahwa struktur membuka peluang, sementara pilihan politik menentukan bencana. Bagi Indonesia, pelajarannya jelas: jaga keadilan ekonomi, kredibilitas hukum, dan kepercayaan publik sebelum kerapuhan berubah menjadi perpecahan.
-
Refleksi ini menelaah runtuhnya Uni Soviet pada 1991 sebagai akibat pelapukan struktural yang dipercepat reformasi Gorbachev. Glasnost meruntuhkan legitimasi, Perestroika memicu kekacauan ekonomi, dan nasionalisme republik memperlemah pusat. Dengan data historis dan teori sistem, tulisan ini menyoroti bagaimana reformasi yang salah urutan dapat menghancurkan sistem yang sudah rapuh.
-
Ketika negara ingin menghentikan kebocoran kekayaan alam, mengapa jawaban yang tepat bukan membuat perusahaan dagang baru — melainkan membersihkan penjaga gerbangnya. — Wacana Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai eksportir tunggal dinilai tidak tepat sasaran dalam mengatasi kebocoran ekspor komoditas strategis. Masalah utamanya terletak pada kegagalan pengawasan sistemik di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa pelibatan verifikasi pihak ketiga secara independen jauh lebih efektif dalam menekan korupsi struktural. Reformasi seharusnya berfokus pada pengurangan diskresi petugas melalui digitalisasi dan penguatan akuntabilitas, bukan menciptakan monopoli perdagangan baru. Penggunaan data terpusat dan sistem inspeksi profesional dapat meningkatkan penerimaan negara tanpa mengganggu…
-
Wacana menjadikan DSI sebagai eksportir tunggal CPO, batubara, dan ferro alloy dinilai berisiko tinggi meski bertujuan menutup kebocoran SDA. Artikel ini mengulas akar masalah under-invoicing, misinvoicing, dan transfer pricing, lalu menawarkan alternatif yang lebih realistis: DSI sebagai pengawas transaksi, bukan pedagang, demi menjaga devisa, kepercayaan pasar, dan iklim investasi.