Proyek infrastruktur BTS 4G BAKTI Kominfo mengalami kerugian negara sebesar Rp 8,03 triliun akibat korupsi. Investigasi oleh SEC dan DOJ Amerika Serikat mengungkap bahwa Telkom Indonesia mencatat 140 transaksi fiktif senilai USD 324 juta. Perusahaan mengakui adanya kelemahan material dalam pengendalian internal dan pelaporan keuangan selama periode 2014 hingga 2021. Analisis kriminologi mengklasifikasikan kasus ini sebagai kejahatan kerah putih dan kejahatan korporasi-negara yang melibatkan aktor-aktor strategis. Kegagalan sistemik dalam pengawasan domestik memicu respons kepatuhan reaktif melalui restrukturisasi organisasi. Meskipun langkah perbaikan telah diambil, proses hukum internasional tetap berjalan untuk memastikan akuntabilitas perusahaan di pasar modal global. Bayangkan sebuah proyek ambisius:…
-
-
Kasus penyelidikan SEC dan DOJ terhadap Telkom Indonesia menunjukkan bagaimana dual listing membuka yurisdiksi asing atas dugaan manipulasi laporan keuangan 2016–2021 dan kaitannya dengan proyek BTS. Tulisan ini menyoroti perbedaan transparansi SEC dan OJK, risiko fraud piutang, serta pentingnya reformasi tata kelola dan penegakan hukum domestik yang konsisten.
-
Artikel ini menelusuri runtuhnya Yugoslavia sebagai hasil gabungan fondasi konstitusional yang rapuh, krisis ekonomi, nasionalisme elit, dan kegagalan internasional. Dari perang Slovenia hingga Kosovo, tragedi ini menunjukkan bahwa struktur membuka peluang, sementara pilihan politik menentukan bencana. Bagi Indonesia, pelajarannya jelas: jaga keadilan ekonomi, kredibilitas hukum, dan kepercayaan publik sebelum kerapuhan berubah menjadi perpecahan.
-
Ketika negara ingin menghentikan kebocoran kekayaan alam, mengapa jawaban yang tepat bukan membuat perusahaan dagang baru — melainkan membersihkan penjaga gerbangnya. — Wacana Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai eksportir tunggal dinilai tidak tepat sasaran dalam mengatasi kebocoran ekspor komoditas strategis. Masalah utamanya terletak pada kegagalan pengawasan sistemik di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa pelibatan verifikasi pihak ketiga secara independen jauh lebih efektif dalam menekan korupsi struktural. Reformasi seharusnya berfokus pada pengurangan diskresi petugas melalui digitalisasi dan penguatan akuntabilitas, bukan menciptakan monopoli perdagangan baru. Penggunaan data terpusat dan sistem inspeksi profesional dapat meningkatkan penerimaan negara tanpa mengganggu…
-
Wacana menjadikan DSI sebagai eksportir tunggal CPO, batubara, dan ferro alloy dinilai berisiko tinggi meski bertujuan menutup kebocoran SDA. Artikel ini mengulas akar masalah under-invoicing, misinvoicing, dan transfer pricing, lalu menawarkan alternatif yang lebih realistis: DSI sebagai pengawas transaksi, bukan pedagang, demi menjaga devisa, kepercayaan pasar, dan iklim investasi.
-
Bagian kedua trilogi ini membedah 11 celah fraud sistemik dalam rencana sentralisasi ekspor SDA melalui BUMN mulai 2026. Dari policy capture, konflik kepentingan, transfer pricing, hingga manipulasi dokumen, pelabuhan, dan devisa, tulisan menegaskan bahwa monopoli ekspor tanpa reformasi tata kelola berisiko menjadi titik kegagalan katastrofik bagi keuangan negara.
-
Bagian pertama trilogi ini membedah rencana pemerintah memusatkan ekspor CPO, batu bara, dan ferro alloy lewat BUMN mulai 2026. Di satu sisi, kebijakan ini menjanjikan kontrol devisa, efisiensi, dan daya tawar lebih kuat. Di sisi lain, rekam jejak korupsi BUMN, lemahnya pengawasan, dan risiko monopoli menimbulkan ancaman besar bagi tata kelola SDA.
-
Sektor pertambangan adalah fondasi utama perekonomian Indonesia. Dengan kekayaan alam yang melimpah, khususnya mineral seperti emas, nikel, dan batubara, sektor ini berkontribusi signifikan terhadap PDB dan penerimaan negara. Namun, di balik potensi besar itu, ada persoalan kronis yang sulit diberantas: praktik penambangan ilegal. Aktivitas ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menyebabkan kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial bagi masyarakat. Pernyataan Presiden Prabowo yang menargetkan pemberantasan 1.063 tambang ilegal dan menyebut adanya “backing” dari oknum-oknum kuat, termasuk para jenderal, telah memicu diskursus publik yang mendalam. Pernyataan tersebut kembali membuka mata kita pada kompleksitas masalah ini, yang melibatkan dimensi hukum,…