Kasus penyelidikan SEC dan DOJ terhadap Telkom Indonesia menunjukkan bagaimana dual listing membuka yurisdiksi asing atas dugaan manipulasi laporan keuangan 2016–2021 dan kaitannya dengan proyek BTS. Tulisan ini menyoroti perbedaan transparansi SEC dan OJK, risiko fraud piutang, serta pentingnya reformasi tata kelola dan penegakan hukum domestik yang konsisten.
-
-
Refleksi ini menelaah runtuhnya Uni Soviet pada 1991 sebagai akibat pelapukan struktural yang dipercepat reformasi Gorbachev. Glasnost meruntuhkan legitimasi, Perestroika memicu kekacauan ekonomi, dan nasionalisme republik memperlemah pusat. Dengan data historis dan teori sistem, tulisan ini menyoroti bagaimana reformasi yang salah urutan dapat menghancurkan sistem yang sudah rapuh.
-
Ketika negara ingin menghentikan kebocoran kekayaan alam, mengapa jawaban yang tepat bukan membuat perusahaan dagang baru — melainkan membersihkan penjaga gerbangnya. — Wacana Danantara Sumber Daya Indonesia sebagai eksportir tunggal dinilai tidak tepat sasaran dalam mengatasi kebocoran ekspor komoditas strategis. Masalah utamanya terletak pada kegagalan pengawasan sistemik di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa pelibatan verifikasi pihak ketiga secara independen jauh lebih efektif dalam menekan korupsi struktural. Reformasi seharusnya berfokus pada pengurangan diskresi petugas melalui digitalisasi dan penguatan akuntabilitas, bukan menciptakan monopoli perdagangan baru. Penggunaan data terpusat dan sistem inspeksi profesional dapat meningkatkan penerimaan negara tanpa mengganggu…
-
Bagian ketiga trilogi ini menyoroti sembilan pengaman mutlak agar sentralisasi ekspor SDA oleh BUMN pada 2026 tidak berubah menjadi mesin korupsi. Mulai dari verifikasi harga realtime, keterbukaan beneficial ownership, audit forensik, integrasi data, perlindungan whistleblower, hingga pembatasan kewenangan direksi, tulisan ini menegaskan bahwa tanpa tata kelola kuat, monopoli hanya memusatkan rente.
-
Pemerintah Indonesia merencanakan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara untuk komoditas strategis guna mengamankan devisa dan mencegah manipulasi pajak. Langkah ini bertujuan memperkuat kedaulatan ekonomi dengan memastikan seluruh pendapatan ekspor masuk ke sistem keuangan domestik serta menutup celah pelaporan nilai ekspor yang tidak akurat. Kebijakan ini memicu kekhawatiran dari lembaga pemeringkat internasional dan pelaku industri terkait potensi distorsi pasar serta ketidakpastian regulasi. Kurangnya detail teknis dan transparansi mengenai status hukum pengelola kebijakan dianggap berisiko mengganggu iklim investasi, hubungan dagang internasional, serta stabilitas peringkat kredit nasional di pasar global. Sebuah Ambisi Besar di Tengah Panggung Global Ada sebuah pernyataan klasik…
-
Korupsi merupakan penyakit kronis yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, menghambat pembangunan, serta merusak kepercayaan publik. Di Indonesia, berbagai upaya telah dilakukan untuk memberantas korupsi, salah satunya melalui instrumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). LHKPN dirancang sebagai alat transparansi dan akuntabilitas yang mewajibkan para pejabat negara melaporkan aset, kewajiban, dan pendapatan mereka secara berkala. Namun, di balik tujuannya yang mulia, LHKPN juga menghadapi tantangan, terutama dalam mendeteksi fenomena illicit enrichment atau kekayaan yang tidak wajar. Artikel ini akan membahas bagaimana LHKPN dapat dioptimalkan perannya sebagai garda terdepan dalam mengidentifikasi dan mencegah illicit enrichment, demi mewujudkan pemberantasan korupsi yang…
-
Dalam pertarungan melawan kejahatan, seringkali kita fokus pada penangkapan pelaku, penyitaan barang bukti, dan penegakan hukum di lapangan. Namun, ada satu musuh tak terlihat yang justru menjadi “pelumas” bagi berbagai tindak kriminal serius, membuatnya lebih sulit diberantas: korupsi. Ya, korupsi bukan hanya sekadar tindakan merugikan keuangaegara, melainkan sebuah crime facilitator, yakni fasilitator utama yang membuka jalan bagi kejahatan-kejahatan lain untuk berkembang biak. Jujur aja, kalau fondasinya udah bobrok, gimana mau bangun gedung yang kokoh? Memahami Korupsi sebagai ‘Crime Facilitator’ Konsep korupsi sebagai crime facilitator merujuk pada bagaimana praktik korupsi memungkinkan atau bahkan mempercepat terjadinya kejahatan lain. Ini bukan lagi tentang…
-
Korupsi adalah kanker yang menggerogoti setiap sendi kehidupan bernegara, mulai dari integritas pemerintahan hingga kesejahteraan masyarakat. Di berbagai belahan dunia, upaya pemberantasan korupsi terus digalakkan dengan beragam pendekatan. Salah satu yang paling fenomenal dan banyak dibahas adalah strategi antikorupsi Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, yang dikenal dengan metafora “memburu harimau dan lalat”. Strategi ini secara ambisius menargetkan koruptor dari semua tingkatan, mulai dari pejabat tinggi (harimau) hingga pegawai rendahan (lalat). Lantas, apa sebenarnya strategi ini dan bagaimana relevansinya jika diterapkan, atau setidaknya diadaptasi, dalam konteks Indonesia? “Harimau dan Lalat”: Membedah Strategi Antikorupsi Tiongkok Frasa “memburu harimau dan lalat”…