• Kepolisian - Korporasi - Modus Kejahatan - Regulasi & Layanan - Teknologi - White Collar

    Perang Dagang, Kedelai, dan Misi Bea Cukai: Mengapa Teknologi dan Integritas Bea Cukai adalah Penjaga Ekonomi Bangsa

    Pada April 2025, sebuah kapal kargo raksasa berlabuh di Pelabuhan Tongjin, Tiongkok, membawa 300.000 ton kedelai yang diklaim berasal dari Argentina. Segalanya tampak normal, hingga pejabat bea cukai Tiongkok mengambil tindakan mengejutkan: menolak seluruh kargo dan mengirimnya kembali melintasi samudra. Alasannya? Mereka tidak percaya kedelai tersebut benar-benar berasal dari Argentina. Inspektur Tiongkok menduga kuat, ini adalah pengiriman kedelai Amerika Serikat yang disamarkan. Insiden ini dengan cepat menjadi berita utama global, membuka tabir sebuah drama perdagangan yang lebih dalam – di mana kedelai menjadi pion dalam permainan ekonomi yang jauh lebih besar. Kisah ini berawal dari kembalinya Donald Trump ke Gedung…

  • Modus Kejahatan - Pencegahan - White Collar

    Memburu Harimau dan Lalat: Menyelami Strategi Antikorupsi Tiongkok dan Relevansinya untuk Indonesia

    Korupsi adalah kanker yang menggerogoti setiap sendi kehidupan bernegara, mulai dari integritas pemerintahan hingga kesejahteraan masyarakat. Di berbagai belahan dunia, upaya pemberantasan korupsi terus digalakkan dengan beragam pendekatan. Salah satu yang paling fenomenal dan banyak dibahas adalah strategi antikorupsi Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, yang dikenal dengan metafora “memburu harimau dan lalat”. Strategi ini secara ambisius menargetkan koruptor dari semua tingkatan, mulai dari pejabat tinggi (harimau) hingga pegawai rendahan (lalat). Lantas, apa sebenarnya strategi ini dan bagaimana relevansinya jika diterapkan, atau setidaknya diadaptasi, dalam konteks Indonesia? “Harimau dan Lalat”: Membedah Strategi Antikorupsi Tiongkok Frasa “memburu harimau dan lalat”…

  • Modus Kejahatan - Pencegahan - White Collar

    Hukum Anti-Korupsi Indonesia: Kenapa Fokusnya Cuma Nangkepin, Bukan Nyegah? Belajar dari UNCAC!

    Korupsi, sebuah penyakit kronis yang terus menggerogoti berbagai sendi kehidupan di Indonesia. Dari waktu ke waktu, kita sering mendengar berita penangkapan pejabat atau kasus-kasus korupsi yang nilainya fantastis. Namun, apakah upaya pemberantasan korupsi kita sudah efektif? Banyak pihak berpendapat, fokus hukum anti-korupsi di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, cenderung terlalu berat pada aspek represif. Artinya, kita lebih sibuk “nangkepin” dan menghukum pelaku, ketimbang “nyegah” agar korupsi itu nggak kejadian lagi. Nah, di sinilah United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) hadir sebagai contoh ideal bagaimana perang melawan korupsi seharusnya dilakukan secara komprehensif. UU…

  • Modus Kejahatan - White Collar

    Korupsi Pedagang Kaki Lima vs. State Capture: Mengukur Ancaman dan Skala Dampak di Indonesia

    Korupsi adalah penyakit yang menggerogoti setiap sendi kehidupan masyarakat dan negara, hadir dalam berbagai wujud serta skala. Dari transaksi kecil di sudut jalan hingga skandal triliunan yang melibatkan elite, korupsi selalu meninggalkan jejak kerusakan. Artikel ini akan membandingkan dua fenomena korupsi yang sangat berbeda dalam skala dan dampaknya: korupsi pedagang kaki lima (PKL) yang kerap kita saksikan dalam bentuk pungli, dan state capture, bentuk korupsi sistemik yang jauh lebih canggih dan merusak. Memahami perbedaan keduanya bukan hanya penting untuk mengenali ancaman, tetapi juga untuk merumuskan strategi pemberantasan yang efektif. Korupsi Pedagang Kaki Lima: Fenomena Pungli di Level Akar Rumput Korupsi…