Indonesia, seperti banyak negara berkembang lainnya, sering dihadapkan pada realitas kasus korupsi yang masif dan terstruktur. Dalam upaya mewujudkan transparansi dan akuntabilitas, pemberitaan mengenai kasus-kasus ini pun seringkali mendominasi ruang publik, baik melalui media massa konvensional maupun platform digital. Namun, di balik niat baik untuk memberantas korupsi melalui keterbukaan informasi, muncul sebuah pertanyaan krusial: apakah publikasi korupsi yang masif, khususnya jika tanpa diimbangi oleh narasi penegakan hukum dan perbaikan sistem yang kuat, justru dapat menimbulkan efek bumerang yang merugikan? Artikel ini akan mengupas tuntas tiga dampak negatif utama dari publikasi korupsi yang masif: meningkatnya sikap permisif masyarakat, rusaknya citra negara…