• Kepolisian - Korporasi - Modus Kejahatan - Penyelamatan Aset - Regulasi & Layanan - White Collar

    Membongkar Gurita Tambang Ilegal: Sebuah Analisis atas Tantangan, Solusi, dan Relevansinya dengan Kebijakan Negara

    Sektor pertambangan adalah fondasi utama perekonomian Indonesia. Dengan kekayaan alam yang melimpah, khususnya mineral seperti emas, nikel, dan batubara, sektor ini berkontribusi signifikan terhadap PDB dan penerimaan negara. Namun, di balik potensi besar itu, ada persoalan kronis yang sulit diberantas: praktik penambangan ilegal. Aktivitas ini tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga menyebabkan kerusakan lingkungan dan ketidakadilan sosial bagi masyarakat. Pernyataan Presiden Prabowo yang menargetkan pemberantasan 1.063 tambang ilegal dan menyebut adanya “backing” dari oknum-oknum kuat, termasuk para jenderal, telah memicu diskursus publik yang mendalam. Pernyataan tersebut kembali membuka mata kita pada kompleksitas masalah ini, yang melibatkan dimensi hukum,…

  • Korporasi - Pencegahan - Regulasi & Layanan - White Collar

    Dana Desa Jaminan Pinjaman Koperasi: Peluang Pemberdayaan atau Celah Korupsi Baru?

    Dilema Kebijakan Pembiayaan Ekonomi Desa. Setiap tahun, puluhan triliun rupiah mengalir dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) langsung ke rekening desa. Dana Desa, sebuah instrumen fiskal yang revolusioner, diharapkan menjadi mesin penggerak pembangunan dan pemberdayaan dari unit terkecil pemerintahan. Namun, di mana ada gula, di situ ada semut. Besarnya alokasi dana ini juga menjadikannya target empuk bagi praktik korupsi dan penyimpangan. Di tengah dilema ini, muncul sebuah terobosan kebijakan baru melalui Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 10 Tahun 2025. Kebijakan ini membuka pintu bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) untuk mendapatkan akses pembiayaan dari bank BUMN (Himbara) dengan menjadikan…

  • Korporasi - Penyelamatan Aset - Regulasi & Layanan - White Collar

    Studi Kasus: Implementasi Perampasan Aset Non-Pidana di 5 Negara

    (Seri terakhir dari 3 tulisan tentang Perampasan Aset Hasil Kejahatan secara Non Pidana) Di dua bagian sebelumnya, kita telah memahami bahwa Perampasan Aset Non-Pidana (NCBF) adalah pergeseran hukum strategis yang menjanjikan efisiensi dalam memberantas kejahatan transnasional dan korupsi. Kita juga telah menelaah dilema filosofis dan kontroversi hak asasi manusia yang mengiringi alat yang kuat ini. Pertanyaannya sekarang, bagaimana NCBF diterapkan di dunia nyata? Setiap negara mengimplementasikan NCBF dengan pendekatan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan sistem hukum, budaya, dan tantangan spesifik mereka. Artikel bagian terakhir ini akan membawa kita dalam perjalanan global untuk melihat bagaimana yurisdiksi utama menerapkan NCBF. Kita akan menganalisis…

  • Korporasi - Penyelamatan Aset - Regulasi & Layanan - White Collar

    Dilema Efektivitas dan HAM: Menganalisis Kontroversi Perampasan Aset Non-Pidana (NCBF)

    (Seri 2 dari 3 tulisan tentang Perampasan Aset Hasil Kejahatan secara Non Pidana) Di bagian pertama serial ini, kita telah memahami bahwa Perampasan Aset Non-Pidana (NCBF) adalah alat hukum yang revolusioner, mengalihkan fokus dari penuntutan individu ke penyitaan aset ilegal. Pendekatan “Follow The Money” ini terbukti lebih efisien dalam melumpuhkan jaringan kriminal dan memulihkan kerugian negara. Namun, seperti mata uang yang memiliki dua sisi, NCBF juga memunculkan dilema etis dan hukum yang mendalam. Kekuatan NCBF yang luar biasa—kemampuannya untuk menyita aset tanpa vonis pidana—justru menjadi sumber kontroversi terbesar. Kritikus berpendapat bahwa mekanisme ini berpotensi mengikis pilar-pilar utama sistem hukum yang…

  • Korporasi - Penyelamatan Aset - Regulasi & Layanan - White Collar

    Mengapa Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan (NCBF) Jadi Kunci Berantas Kejahatan

    (Seri 1 dari 3 tulisan tentang Perampasan Aset Hasil Kejahatan secara Non Pidana) Di era serba digital ini, kejahatan tidak lagi bersembunyi di balik bayang-bayang. Mereka terorganisir, transnasional, dan yang paling penting, dimotivasi oleh keuntungan finansial yang besar. Korupsi, pencucian uang, dan perdagangan ilegal sering kali melibatkan skema yang begitu rumit sehingga penegakan hukum konvensional—yang berfokus pada penuntutan pidana terhadap individu atau “Follow The Suspect”—sering kewalahan. Terkadang, pelaku berhasil melarikan diri, menyembunyikan aset, atau bahkan meninggal dunia, meninggalkan negara dan korban tanpa pemulihan aset yang berarti. Menyadari keterbatasan ini, dunia internasional mulai mengadopsi pendekatan baru: Perampasan Aset Non-Pidana (Non-conviction based…

  • Korporasi - Regulasi & Layanan

    Ketika Kapitalisme Dikriminalisasi dan Keadilan Dipertanyakan

    Kasus hukum yang menimpa Tom Lembong telah memicu perdebatan sengit di ranah publik, khususnya terkait putusan pengadilan yang menjeratnya. Alih-alih dihukum berdasarkan bukti mens rea (niat jahat) yang lazim menjadi landasan utama dalam hukum pidana, Lembong justru divonis dengan alasan “menguntungkan sistem kapitalis”. Keputusan ini sontak menimbulkan pertanyaan kritis yang mendalam: mengapa hakim mengambil putusan sedemikian rupa, dan bagaimana putusan ini dapat bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum serta konstitusi yang berlaku di Indonesia? Artikel ini hadir untuk menganalisis kontradiksi putusan hakim dalam kasus Tom Lembong dari berbagai perspektif, mencakup dimensi hukum, ekonomi, dan filsafat. Kami akan mengupas tuntas ulasan publik yang…

  • Korporasi - Pencegahan - Penyelamatan Aset - Regulasi & Layanan

    Koperasi Desa: Potensi Revolusi Ekonomi Desa dan Pertimbangan Risikonya

    Gagasan besar untuk membangkitkan ekonomi pedesaan kembali menggema. Pada 21 Juli 2025, Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai program raksasa bertajuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah. Targetnya tidak main-main: mendirikan 80.000 unit koperasi di seluruh penjuru negeri. Inisiatif ini diposisikan sebagai terobosan untuk mengubah wajah perekonomian desa, memanfaatkan dana desa yang selama ini, menurut Presiden, “tidak kelihatan bekasnya” setelah digelontorkan selama satu dekade. Program ini menjanjikan pemberdayaan ekonomi dari level akar rumput, dengan menjadikan desa sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Visi yang diusung adalah menciptakan pusat-pusat ekonomi baru yang dikelola oleh dan untuk masyarakat desa.…

  • Kepolisian - Korporasi - Modus Kejahatan - Regulasi & Layanan - Teknologi - White Collar

    Perang Dagang, Kedelai, dan Misi Bea Cukai: Mengapa Teknologi dan Integritas Bea Cukai adalah Penjaga Ekonomi Bangsa

    Pada April 2025, sebuah kapal kargo raksasa berlabuh di Pelabuhan Tongjin, Tiongkok, membawa 300.000 ton kedelai yang diklaim berasal dari Argentina. Segalanya tampak normal, hingga pejabat bea cukai Tiongkok mengambil tindakan mengejutkan: menolak seluruh kargo dan mengirimnya kembali melintasi samudra. Alasannya? Mereka tidak percaya kedelai tersebut benar-benar berasal dari Argentina. Inspektur Tiongkok menduga kuat, ini adalah pengiriman kedelai Amerika Serikat yang disamarkan. Insiden ini dengan cepat menjadi berita utama global, membuka tabir sebuah drama perdagangan yang lebih dalam – di mana kedelai menjadi pion dalam permainan ekonomi yang jauh lebih besar. Kisah ini berawal dari kembalinya Donald Trump ke Gedung…